suatu ruangan terdapat ac yang diatur pada

Prosescara kerja Air Conditioner (AC) dalam pendinginan suatu ruangan merupakan proses perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana distribusi temperatur pada suatu ruangan yang terdapat AC di dalamnya yang diselesaikan dengan mengimplementasikan metode elemen AirConditioner (AC) merupakan sebuah alat yang digunakan untuk pengkondisian udara didalam ruangan. Kok pengkondisian udara? Yaaa.. karena kondisi suhu udara bisa diatur atur sesuai dengan kehendak kita. Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja dari ACitu sendiri? Cele Mai Serioase Site Uri De Dating. JAKARTA, - Untuk menjauhkan hawa panas di sebuah ruang dalam rumah, memasang AC adalah jawaban bagi sebagian besar penghuni rumah, khususnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang terik. Oleh karena itu, bukan pemandangan yang asing apabila rumah-rumah di daerah perkotaan banyak yang menggunakan AC, bahkan lebih dari satu begitu, tidak sedikit pemilik AC masih ada yang percaya dengan mitos-mitos mengenai penggunaan atau aturan dalam menggunakan AC, yang pada kenyataannya hal itu justru tidak benar adanya. Baca juga 5 Cara Efektif untuk Membuat Rumah Tetap Adem Meski Tanpa AC Dilansir dari berbagai sumber, Selasa 20/4/2021, berikut ini beragam mitos mengenai penggunaan AC yang tidak lagi harus kamu percaya. 1. Menyetel ke suhu terendah untuk mempercepat pendinginan Saat cuaca begitu panas, biasanya orang-orang akan langsung menyalakan AC dan memilih suhu terendah agar dapat mendapatkan hawa sejuk dan dingin dengan lebih cepat. Perlu kamu ketahui bahwa hal demikian adalah mitos. Kesalahan umum ini berasal dari masa lalu ketika banyak pemilik rumah tidak tahu bagaimana sistem AC mereka bekerja. Mengutip Stans AC, orang-orang sering kali mengatur suhu AC mereka ke suhu yang sangat rendah, mengira AC akan mendinginkan ruangan atau rumah lebih cepat. Tapi, pada kenyataannya itu tidak. Baca juga 13 Kemungkinan yang Menyebabkan AC Tidak Mau Menyala AC milikmu bekerja sama kerasnya ketika kamu mencoba mendinginkan rumah dengan menurunkan satu derajat atau 15 derajat. Tindakan terbaik adalah mengatur suhu tepat di tempat yang kamu butuhkan. Ini hanya masalah waktu dan pengaturan yang telah kamu pilih. Jadi atur suhu yang tepat di tempat yang kamu inginkan, tidak lebih rendah dari yang kamu butuhkan. 2. Semakin besar unit AC, semakin baik Ya, ukuran AC memang penting, tetapi yang terpenting adalah menemukan unit AC yang berukuran sesuai untuk rumahmu, bukan hanya yang terbesar yang dapat kamu temukan. Jika kamu memerlukan contoh, pikirkan betapa tidak efisiennya menempatkan mesin mobil sport 12 silinder di dalam hatchback mungil. Kemampuan pendinginan AC yang terlalu besar akan ditiadakan oleh daya yang digunakannya. Selain itu, AC dengan ukuran yang tidak tepat cenderung berputar lebih sering, yang menyebabkan keausan yang lebih cepat. 3. Menutup ventilasi Meskipun kamu merasa membantu dengan tidak "membuang" udara dingin di ruangan yang tidak digunakan saat menutup ventilasi pada ruangan yang ada AC, kamu harus tetap membuka ventilasi baik ruangan AC sedang digunakan atau tidak. Menutup ventilasi sebenarnya membuang keseimbangan halus dari distribusi udara di seluruh rumahmu. Dengan menutup ventilasi, yang kamu lakukan hanyalah mendinginkan bagian dalam saluran udaramu. 4. AC mendinginkan udara Mendinginkan rumahmu jelas merupakan manfaat terbesar dari memasang dan menyalakan AC. Namun, mengatur suhu yang nyaman di dalam rumahmu hanyalah satu hal yang dilakukan oleh AC milikmu. Seperti kepanjangannya yakni Air Conditioner, unit AC yang kamu pasang di sebuah ruangan hanya mengondisikan udara dengan menghilangkan kelembaban. Baca juga Tinggal di Kawasan Dekat dengan Laut Bisa Merusak AC Lebih Cepat? 5. Penempatan AC tidak penting Ini mungkin sesuatu yang belum pernah kamu pertimbangkan, tetapi penempatan unit AC yang kamu miliki dapat secara signifikan memengaruhi efisiensi energi listrik. AC harus dipasang di tempat yang memungkinkan penyesuaian yang nyaman. Departemen Energi AS menyarankan untuk memasang AC di dinding interior, dijauhkan dari sinar matahari langsung, angin, pintu, skylight, dan jendela. Selain itu, furnitur tidak boleh ditempatkan di bawah atau di depan AC milikmu. 6. Baru mengganti AC sampai rusak seutuhnya Biaya awal untuk mengganti unit AC baru memang besar, tetapi itu tidak berarti kamu harus menghindari pembelian baru. Jangan membuat kesalahan dengan menyimpan AC lama milikmu lebih lama dari yang seharusnya. Baca juga Apakah Perlu Menggunakan Humidifier di Ruangan Ber-AC? AC tua akan bekerja dengan buruk, menghabiskan lebih banyak uang untuk perbaikan dan akhirnya menjadi lebih banyak masalah unit AC milikmu sudah berusia 10-12 tahun atau lebih, berinvestasi pada versi yang lebih baru dan lebih efisien akan menghemat uang dan kejengkelan seiring waktu. 7. AC membuat masuk angin Dikutip dari Reader's Digest, viruslah yang menyebabkan masuk angin, bukan suhu dingin dari AC. 8. Wajib mengganti freon secara rutin Mengutip laman Toshiba, freon hanya perlu diganti jika mengalami kebocoran yang biasanya disebabkan karena masalah pada sambungan pipa, atau selang yang bengkok atau patah. Namun, sebenarnya freon memiliki jangka waktu pengisian yang cukup lama, yakni 4 hingga 5 tahun. SHUTTERSTOCK/KWANGMOOZAA Ilustrasi pendingin ruangan atau AC air conditioner. 9. Mematikan AC saat keluar agar hemat listrik Untuk hal ini tergantung dari seberapa lama kamu meninggalkan ruangan ber-AC yang dinyalakan. Jika hanya pergi beberapa menit hingga sekitar 1 jam, lebih baik untuk tidak mematikan AC. Ketika kamu mematikan AC untuk keluar sebentar dan kembali menyalakannya, tarikan listrik yang digunakan saat kembali menyalakan AC justru lebih besar ketimbang membiarkannya tetap menyala ketika ditinggal. Namun, jika kamu keluar untuk waktu yang lama, maka pastikan AC milikmu kamu matikan demi keselamatan dan keamanan rumahmu. Baca juga 7 Tanda AC Bekerja Terlalu Keras 10. Membersihkan AC 6 bulan atau satu tahun sekali agar filter awet Ini merupakan salah satu mitos dalam penggunaan AC yang diyakini benar adanya oleh orang banyak. Akan tetapi, untuk membersihkan filter AC tidak boleh selama itu, malah kamu perlu membersihkan secara rutin paling tidak 1-3 bulan sekali. Apabila harus menunggu sampai 6 bulan atau 1 tahun untuk membersihkan filter AC, hal tersebut justru akan menurunkan kinerja AC itu sendiri. Ketika filte sudah sangat kotor, itu akan membuat kompresor bekerja lebih berat sehingga membuat AC tidak optimal. Selain itu, udara yang dihasilkan akan membahayakan kesehatan dan membuat tagihan listrik membengkak. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Pengertian AC – Beberapa tahun lalu, AC masih tergolong barang mahal yang hanya ada di kantor, hotel, mal, atau rumah mewah. Namun, AC kini sudah menjadi kebutuhan banyak orang, terutama di kota-kota bercuaca panas. Selain itu, air conditioner sudah menjadi fasilitas wajib terutama di kamar-kamar hotel, ruang kerja perusahaan, di ruang kelas atau bahkan di cafe. Kita akan membahas tentang AC mulai dari apa itu definisi AC, cara kerja, jenis jenis ac dan juga komponen komponen penunjangnya. Daftar Isi ArtikelPengertian ACFungsi AC1. Mengatur Suhu Udara2. Mengatur Kelembapan Udara3. Membersihkan UdaraKomponen AC1. Komponen Utama2. Komponen Pendukung3. Komponen Kelistrikan4. RefrigeranCara Kerja ACJenis Jenis AC1. Jenis AC Split Wall2. Jenis AC Cassette3. Jenis AC Central4. Jenis AC Split Duct5. Jenis AC Standing Floor6. Jenis AC Portable7. Jenis AC WindowARTIKEL LAINNYA Pengertian AC Air conditioner AC adalah mesin yang dibuat untuk menstabilkan suhu dan kelembapan udara di suatu ruangan. Alat ini digunakan untuk mendinginkan atau memanaskan, tergantung kebutuhan. Namun, AC sering disebut sebagai pendingin udara karena lebih banyak digunakan untuk menyejukkan ruangan. Meski AC adalah produk teknologi modern, konsep pendingin udara sudah dikenal sejak abad pertengahan, yaitu pada masa Romawi Kuno dan Persia. Willis Haviland Carrier menjadi orang pertama yang menemukan AC modern berskala besar yang menggunakan energi listrik pada tahun 1902. Fungsi AC Sesuai namanya, air conditioner, AC memiliki fungsi untuk mengondisikan udara di sebuah ruangan agar terasa sejuk, nyaman, dan sehat. Ada tiga hal yang dapat dikondisikan atau diatur dengan menggunakan AC, yaitu suhu, kelembapan, dan kebersihan udara. 1. Mengatur Suhu Udara Fungsi utama AC adalah mengatur suhu di dalam ruangan. Suhu yang diinginkan dapat Anda atur melalui angka yang tertera pada remote control. Pada umumnya, suhu terendah AC adalah 180 Celsius dan suhu tertingginya 300 Celsius. 2. Mengatur Kelembapan Udara Suhu dan kelembapan udara saling berkaitan sehingga secara tidak langsung, AC juga berfungsi mengatur kelembapan. Suhu AC sebaiknya diatur pada suhu ideal, yaitu 24–26 derajat Celsius karena udara yang terlalu dingin memiliki kelembapan tinggi sehingga menyebabkan kulit menjadi cepat kering. 3. Membersihkan Udara Mesin AC dilengkapi dengan filter untuk menyaring debu dan kotoran yang terdapat di dalam udara sehingga menjadi bersih dan sehat. Oleh karena itu, filter AC harus dibersihkan secara rutin untuk membuang kotoran yang tersaring sehingga udara bisa terjaga kesejukan dan kebersihannya. Komponen AC Untuk dapat menjalankan fungsinya, AC didesain secara khusus dan terdiri dari beberapa komponen yang secara umum dapat dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan refrigeran. 1. Komponen Utama Komponen utama dalam sebuah AC adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur suhu udara, terdiri dari kondensator, kompresor, evaporator, dan pipa kapiler. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian dan fungsi keempat komponen utama tersebut. a. Kondensator Kondensator berfungsi untuk menukar kalor, mengubah wujud refrigeran dari gas menjadi cair, dan menurunkan suhu refrigeran. Pipa kondensator dibuat berliku-liku dan dilengkapi sirip. Kondensator diletakkan di luar ruangan agar dapat melepaskan panas pada refrigeran ke udara bebas. b. Kompresor Kompresor berguna untuk mengedarkan dan memompakan refrigeran ke seluruh bagian AC yang cara kerjanya mirip dengan jantung pada manusia. Kompresor dilengkapi dua buah pipa, yaitu pipa hisap dan pipa tekan serta memiliki dua tekanan, yaitu tekanan rendah dan tinggi. c. Evaporator Evaporator berfungsi menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran sehingga refrigeran berubah dari cair menjadi gas setelah melalui pipa kapiler. Evaporator mengambil udara panas dari ruangan yang kemudian melewati sirip-sirip pipa sehingga suhunya turun. d. Pipa Kapiler Pipa kapiler juga merupakan komponen yang sangat penting di dalam AC karena berfungsi menurunkan tekanan dan mengatur aliran refrigeran ke evaporator. Penurunan tekanan refrigeran menyebabkan suhunya juga ikut turun dan inilah yang menyebabkan udara yang keluar dari AC bersuhu rendah. 2. Komponen Pendukung Selain komponen utama yang berfungsi mendinginkan udara, AC juga dilengkapi komponen-komponen lain untuk mendukung kerja AC. Berikut ini jenis komponen pendukung AC dan fungsinya. Strainer menyaring kotoran yang terbawa di dalam refrigeran. Accumulator menampung sementara refrigeran cair bersuhu rendah dan campuran pelumas evaporator, serta menjaga agar aliran refrigeran menuju kompresor tetap lancar. Blower mengisap udara panas dari ruangan dan mengembuskan udara dingin kembali ke ruangan. Fan kipas membantu kondensator membuang panas ke udara luar. 3. Komponen Kelistrikan Karena AC bekerja menggunakan tenaga listrik, maka dibutuhkan pula komponen kelistrikan yang memiliki berbagai fungsi sebagai berikut. Termostat mengatur suhu ruangan secara otomatis agar sesuai dengan perintah pada remote Kapasitor menyimpan daya listrik sementara agar ketika dinyalakan, AC sudah memiliki energi untuk menghidupkan mesin. Overload memutuskan aliran listrik pada kompresor jika kerja kompresor terganggu, mati, kekurangan oli, atau kekurangan refrigeran. Motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik pada kipas AC. 4. Refrigeran Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam sistem AC dan berfungsi sebagai pendingin. Saat AC bekerja, refrigeran berubah wujud secara terus menerus antara cair dan gas untuk menghasilkan udara dingin. Cara Kerja AC Sebuah AC terdiri dari dua kumparan yang saling terhubung, yaitu kumparan evaporator yang diletakkan di dalam ruangan dan kumparan kondensator yang ditempatkan di luar ruangan. Kumparan tersebut berisi refrigeran yang mengalir secara terus-menerus. Prinsip kerja AC sangat sederhana, yaitu menjaga agar kumparan evaporator tetap dingin lebih dingin dari suhu ruangan dan kumparan kondensator tetap panas lebih panas dari suhu atmosfer. Refrigeran yang mengalir akan menyerap panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar ruangan. Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut. Refrigeran dari evaporator yang bertekanan rendah mengalir ke kompresor sehingga menjadi bertekanan tinggi dan wujudnya berubah menjadi gas panas. Gas refrigeran panas mengalir menuju kondensator dan panas akan dilepaskan ke luar ruangan dengan bantuan kipas. Selama fase pelepasan panas ini, refrigeran akan berubah menjadi cairan dan suhunya turun. Refrigeran cair mengalir ke katup ekspansi yang berfungsi membatasi aliran dan mengurangi tekanan sehingga suhu refrigeran semakin turun dan lebih dingin daripada suhu ruangan. Refrigeran dingin mengalir menuju kumparan pendingin cooling coil pada evaporator. Udara panas dari ruangan yang masuk ke AC akan mengalir melalui kumparan pendingin tersebut sehingga menjadi dingin. Udara dingin mengalir melalui kisi-kisi dan dikembalikan ke ruangan. Proses tersebut terjadi secara berulang dan terus-menerus. Jenis Jenis AC Seiring perkembangan teknologi, kini AC diproduksi dalam beragam jenis dengan penggunaan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis AC yang dipasarkan di Indonesia. 1. Jenis AC Split Wall Inilah jenis AC yang banyak digunakan di rumah karena ukurannya kecil, harganya terjangkau, dan perawatannya mudah. Jenis AC split ini terdiri dari dua bagian yang ditempatkan di dalam ruangan indoor dan di luar ruangan outdoor. Kapasitas AC split bervariasi antara 0,5PK–2 PK. 2. Jenis AC Cassette Jenis AC cassette banyak digunakan di ruangan yang lebih luas dan tinggi, seperti perkantoran besar, ruko, atau ruang pertemuan dengan kapasitas 1 PK hingga 6 PK. Jenis AC cassette juga terdiri dari bagian indoor dan outdoor. Namun, bagian indoor tidak dipasang di dinding, tetapi di langit-langit ruangan. 3. Jenis AC Central Hotel, gedung bertingkat, dan mal biasanya menggunakan AC berjenis central karena memiliki kapasitas yang sangat besar. Cara kerja AC jenis ini adalah udara didinginkan di cooling plant yang terletak di luar ruangan, kemudian dialirkan ke dalam gedung. 4. Jenis AC Split Duct Mesin AC jenis split duct bekerja dengan cara membagi hawa dingin ke semua ruangan melalui sistem ducting. Pada AC split duct terdapat banyak pengatur suhu, tetapi memiliki satu titik kontrol yang terpusat. Jenis AC ducting juga sering digunakan di mal atau ruangan yang luas. 5. Jenis AC Standing Floor Sesuai namanya, jenis AC standing floor tidak dipasang di dinding atau plafon, tetapi diletakkan di atas lantai. Jenis AC ini sering digunakan di acara resepsi, seminar, dan sejenisnya. Karena mudah dipindahkan dan dilepas-pasang, AC standing floor ini sering disewakan. 6. Jenis AC Portable Jenis AC portable berukuran kecil sehingga mudah dibawa dan harganya sangat ekonomis sehingga banyak dipakai para mahasiswa yang menyewa kamar indekos. Pada AC portable, bagian kompresor dan evaporator menjadi satu dan udara panas dari kompresor dibuang melalui pipa. 7. Jenis AC Window Seperti AC portable, bagian kompresor dan evaporator pada AC window juga menyatu. Untuk memasang AC window, dinding harus dilubangi sesuai ukuran AC dan AC diletakkan di dalamnya menggunakan bracket dengan posisi bagian evaporator menghadap ke dalam ruangan. Semoga dengan memahami komponen, cara kerja, dan jenis-jenisnya, Anda dapat memutuskan jenis AC yang paling sesuai dengan kebutuhan. Bukan cuma itu, Anda pun mampu menjaganya agar bekerja dengan optimal dan tidak cepat rusak. JAKARTA, - Air conditioner atau AC membantu menjaga rumah tetap sejuk dan nyaman dengan mengatur suhu secara memadai. Karena itu, penting memastikan AC berfungsi secara efektif. Namun, sebelum memasang AC di rumah, penting mengetahui jenis AC yang tepat untuk ruangan tempat AC akan diletakkan. Baca juga 6 Cara Mudah Membuat Ruangan Sejuk Tanpa Perlu ACSetidaknya, ada enam jenis AC yang dapat digunakan di rumah serta masing-masing dirancang untuk alasan dan ruangan yang berbeda. Melansir dari Roohome, Selasa 30/11/2021, berikut jenis-jenis AC yang bisa dipasang di rumah Anda. Baca juga Pentingnya Melindungi Unit AC Outdoor agar Bekerja Lebih Efektif AC sentral Sistem AC sentral menggabungkan kompresor, kondensor, dan evaporator dalam satu unit yang ditempatkan pada pelat beton di dekat fondasi atau atap. Dari unit, ada saluran yang mengalir melalui atap atau dinding luar dan menarik udara dari dalam rumah serta mengalirkan kembali udara yang didinginkan. Jenis sistem AC ini juga dapat dikombinasikan dengan tungku gas alam atau koil pemanas. Baca juga Jarang Diketahui, Ternyata Ini 4 Fungsi Mode Dry pada AC Sistem pemisahan mini tanpa saluran SHUTTERSTOCK/NAYPONG STUDIO Ilustrasi AC ini paling baik untuk rumah yang tidak memiliki saluran udara. Sistem ini menggabungkan kondensor dan kompresor luar ruangan dengan lebih banyak unit penanganan udara dalam ruangan. Unit terpasang ke dinding dan memiliki blower yang terpasang. Ada tabung yang menghubungkan unit outdoor dan indoor serta mensirkulasikan refrigeran. Salah satu hal terbaik tentang sistem AC ini adalah dapat dipasang tanpa harus melubangi dinding. Anda hanya membutuhkan outlet kecil melalui dinding untuk pipa pembuangan dan koil. Jenis AC ini bisa lebih mahal jika mendinginkan seluruh rumah, tetapi bisa hemat energi jika hanya mendinginkan ruangan tertentu. Baca juga 5 Tips Menggunakan AC Portabel agar Lebih Efesien AC jendela Ini adalah jenis AC yang umum untuk sebuah ruangan. Komponen tertutup dalam satu kotak dan ada termostat tunggal. Sesuai dengan namanya, unit AC ini dipasang pada ambang jendela atau dinding. AC jendela adalah pilihan yang baik untuk satu ruangan atau jika ada beberapa kamar terhubung yang tidak memiliki pintu yang menghalangi sirkulasi udara. AC portable SHUTTERSTOCK/ALEXLMX Ilustrasi AC portable. Unit AC portable mirip dengan AC jendela, tetapi dapat dengan mudah dipindahkan dari ruangan ke ruangan. Jenis AC ini berdiri bebas sehingga dapat meletakkannya pada lantai, meja, atau di mana pun. Anda hanya perlu stopkontak serta jendela untuk melepas pembuangan udara. Baca juga 8 Penyebab AC Mengeluarkan Bau Tak Sedap Bagiaimana sebenarnya cara kerja AC? AC atau Air Conditioner adalah seperangkat komponen atau peralatan yang bisa mengkondisikan ruangan sesuai keinginan, terutama dapat mengkondisikan ruangan dengan suhu lebih rendah jika dibandingkan suhu di sekitarnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pengertian tentang AC dan cara kerjanya di bawah ini! Pengertian ACApa Saja Fungsi AC?Komponen Yang Terdapat Pada ACCara Kerja AC Prinsip Dasar Air ConditionerCara Kerja AC AC Untuk Rumah Tangga Pengertian AC AC Air Conditioner merupakan sejenis mesin yang diciptakan untuk menstabilkan kelembaban udara dan suhu dalam sbeuah ruangan. AC dipakai untuk mendinginkan ruangan sesuai kebutuhan. Walaupun AC termasuk inovasi teknologi modern, namun konsep pendingin ruangan sendiri sudah dikenal dimulai dari abat pertengahan, yakni di masa Persia dan Romawi Kuno. Prinsip Kerja AC AC pertama kali ditemukan oleh Willis Haviland Carrier dalam bentuk AC modern yang berskala besar berenergi listrik sejak tahun 1902. Apa Saja Fungsi AC? Air conditioner berfungsi untuk menstabilkan suhu uadara dalam sebuah rungan sehingga menjadi terasa nyaman, sejuk, juga sehat. Sebenarnya ada 3 hal yang bisa diatur atau dikondisikan memakai AC, diantaranya kebersihan udara, suhu, dan kelembaban. 1. Mengatur Suhu Udara AC memiliki fungsi utama untuk mengatur temperatur atau suhu yang ada dalam ruangan. Temperatur yang diinginkan bisa diatur lewat angka yang terdapat di remote control. Biasanya, suhu paling rendah pada Ac ialah 18oC sedangkan suhu tertingginya sekitar 30oC. 2. Menjaga Kelembaban Udara Kelembaban udara dan suhu saling berhubungan, jadi secara tak langsung AC berperan juga untuk mengatur kelembaban udara dalam ruangan. Sebaiknya suhu AC diatur dengan suhu ideal sekitar 24-25oC sebab jika udara terlalu dingin biasanya kelembabannya pun semakin tinggi. Inilah salah satu faktor penyebab kulit cepat kering. 3. Membersihkan Udara Mesin AC telah dilengkapi oleh filter yang dapat menyaring kotoran dan debu di dalam udara, oleh karenanya udara menjadi lebih sehat dan bersih. Maka dari itu, filter di dalam komponen AC harus selalu dibersihkan dengan rutin agar kotoran dan debu yang tersaring dapat terbuang, dan udara pun tetap terjaga kebersihan dan kesejukannya. Komponen Yang Terdapat Pada AC Cara kerja AC itu sendiri sebenarnya tergantung dari kinerja komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. AC juga memiliki berbagai macam komponen yang umumnya bisa dikategorikan ke dalam 4 bagian, diantaranya kelistrikan, refrigeran, komponen utama, dan komponen pendukung. 1. Komponen Utama Kompinen utama bagi sebuah AC ialah komponen yang berguna untuk mengatur temperatur/suhu ruangan, yang terdiri atas kompresor, konensator, pipa kapiler, dan evaporator. Adapun macam-macam dan fungsi dari keempat komponen di atas ialah Kondensator, berguna menukar kalor, mengkonversi bentuk/wujud dari refrigeran yang awalnya berupa gas hingga menjadi cair, sekaligus dapat menurunkan temperatur refrigeran. Biasanya pipa kondensator ini dibentuk secara berliku, dilengkapi oleh sirip. Kompresor, berfungsi untuk memompakan refrigran hingga ke seluruh komponen AC dengan cara kerja sama seperti jantung manusia. Alat ini dilengkapi oleh 2 buah pipa, yakni pipa tekan dan pipa hisap dengan 2 tekanan, baik bertekanan rendah maupun tinggi. Evaporator, berguna untuk menyerap sekaligus mengalirkan panas yang berasal dari udara menuju refrigeran, dengan demikian refrigeran dapat berubah dari zat cair ke gas sesudah melewati pipa kapiler. Pipa kapiler, adalah komponen yang memiliki peranan begitu penting bagi AC sebab berguna untuk menurunkan tekanan sekaligus mengatur aliran dari refrigeran menuju evaporator. 2. Komponen Pendukung Di samping komponen utama untuk mendinginkan udara, Air Conditioner juga telah dilengkapi oleh beberapa komponen lain, seperti accumulator, strainer, fan, dan blower. Strainer berguna untuk menyaring debu dan kotoran di dalam refrigeran. Accumulator berfungsi menampung refrigeran cair sementara yang bersuhu rendah beserta campuran pelumas pada evaporator, sekaligus menjaga supaya aliran refrigeran ke kompresor pun tetap lancar. Fan, berguna membantu kondensator untuk membuang kalor ke udara luar. 3. Komponen Kelistrikan Mengingat AC bekerja dengan memanfaatkan tenaga listrik, tentu diperlukan pula beberapa komponen kelistrikan dengan fungsi yang berbeda-beda. Seperti halnya termostat, kapasitor, overload, dan motor listrik. 4. Refrigeran Refrigeran bisa dikatakan sebagai zat di dalam AC yang mengalur dan berperan sebagai pendingin. Ketika AC bekerja, maka refrigeran ini dapat berubah wujud antara cair dengan gas secara terus menerus agar menghasilkan udara yang dingin. Cara Kerja AC Prinsip Dasar Air Conditioner AC bekerja untuk mendinginkan udara di dalam ruangan dengan memanfaatkan prinsip sederhana dari fisika. Pengubahan cairan menjadi gas/udara dengan cara alami bisa mengakibatkan penyerapan panas, dan hal tersebut dinamakan sebagai fase konversi. Sementara AC menggunakan campuran kimia, oleh karenanya dapat menghadirkan lingkungan tertutup yang didalamnya terjadi kondensasi dan penguapan berulang. Campuran tersebut dinamakan refrigerants, dimana refrigerants tersebut terdiri atas hidroklorofluoorkarbon, perfluorokarbon dan klorofluorkarbon. Dimana semua senyawa refrigerants tersebut bisa menghadirkan fase konversi. Di samping itu, AC mempunyai kipas yang dapat mendistribusikan udara panas agar berjalan melewati kumparan yang berisi refrigerants. Lalu udara panas pun akan dialirkan kipas, sehingga dapat berjalan melewati kumparan evaporator berisi refrigerants. Lalu senyawa refrigerants tadi melakukan tugasnya untuk menyerap panas yang sebanyak-banyaknya sambil berubah wujud menjadi gas dari cairan. Supaya refrigerants tadi bisa melakukan kembali tugasnya, maak AC harus dapat mengembalikan wujudnya untuk kembali lagi menjadi cairan dari gas. Hal tersebut dilakukan dengan menekan gas dengan tekanan sangat tinggi. Lalu tekanan tinggi tersebut menyebabkan munculnya suhu panas dan kemudian dialirkan menuju luar ruangan oleh kumparan kondensor dan kipas kedua. Siklus tersebut dilakukan secara berulang-ulang selama AC berfungsi dengan baik. Cara Kerja AC AC Untuk Rumah Tangga Untuk bisa menjalankan fungsinya, setidaknya AC memerlukan beberapa unit. Dimana unit-unit tersebut terdiri atas katup ekspansi, kompresor, kumparan pendingin, kumparan panas, unit konterol, dan 2 unit kipas. Adapun sistem yang sering dipakai adalah unit atau sistem terpisah yang dinamakan sebagai split system units. Dimana sistem tersebut memisahkan bagian panas dengan bagian yang dingin sehingga membentuk sistem Air Conditioner secara utuh. Bagian atau sisi dingin biasanya terbentuk berdasarkan katup ekspansi serta kumparan dingin dengan saluran beserta sistem udara. Sisi dingin tersebut biasanya disimpan di dalam ruangan lalu dihubungkan menggunakan saluran yang ada di bagian dalam ruangan. Sedangkan sisi panas atau unit kondensor sendiri diletakkan di luar ruangan. Nah, itulah sedikit ulasan tentang cara kerja AC dan komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. Semoga membantu! Post Views 6,542

suatu ruangan terdapat ac yang diatur pada